Kamis, 06 November 2014

4 Aplikasi Kuliner Lokal yang Menggugah Selera

Jakarta - Siapa yang tidak gemar berkuliner ria? Tentunya hampir semua di antara kita senang dengan kegiatan mengonsumsi makanan dan minuman enak. Terlebih jika makanan atau minuman tersebut memang sedang tren diperbincangkan banyak orang.

Tentunya Anda membutuhkan sebuah alat bantu untuk menemukan informasi-informasi seputar tren kuliner. Dan aplikasi di perangkat mobile Anda adalah alat bantu yang paling ampuh dan praktis.

Menurut yang dilansir laman Tech in Asia, sejumlah aplikasi kuliner lokal telah banyak bermunculan. Setidaknya ada 4 aplikasi yang cukup menonjol dan sudah cukup banyak digunakan para pengguna perangkat mobile di Tanah Air.

Anda penasaran? Berikut adalah 4 aplikasi kuliner yang tak ada salahnya jika Anda coba:

1. Foodpanda

Foodpanda beroperasi di hampir seluruh wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia, Foodpanda beroperasi di 4 kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Foodpanda juga telah terhubung dengan ratusan toko di masing-masing kota tersebut. Aplikasi ini tersedia bagi Anda para pengguna perangkat iOS dan Android.

2. Zomato

Zomato saat ini sudah terintegrasi dengan 18.500 restoran yang terdaftar untuk daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Jumlah itu diklaim akan terus bertambah setiap waktu sesuai dengan pembaruan database miliknya. Selain database informasi restoran, penilaian, dan ulasan dari jutaan pengguna tiap bulannya, Zomato juga memiliki fitur sosial dalam pencarian restoran. Aplikasi yang tersedi di platform Android dan iOS ini kerap disebut 'Facebook-nya aplikasi kuliner'.

3. OpenRice Indonesia

OpenRice Indonesia adalah bagian dari jaringan OpenRice yang berbasis di Hong Kong. Di Indonesia, OpernRice diluncurkan pada 2010. Saat ini diperkirakan ada sekitar 86.000 restoran yang terdaftar, umumnya berasal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bali, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung.

4. Abraresto

Sedikit berbeda dengan yang lain, Abraresto menyediakan review mendetail terhadap suatu restoran. Abraresto juga memungkinkan penggunanya mencari makanan berdasarkan tempat, jenis masakan, dan lokasi. Bahkan pengguna juga bisa mencari restoran yang menyediakan smoking area.

 Bersumber dari : Liputan6 - Dewi Widya Ningrum

Minggu, 14 September 2014

Silahkan Memilih Kuliner yang Disukai

Macam - Macam Kuliner
Rumah makan, warung, atau Resto ada yang menyediakan beberapa kuliner laiknya pesta prasmanan. Dan resto itu memang sengaja membuka kuliner prasmanan bagi orang yang menyukai banyak pilihan kuliner, setidaknya seperti di Ambarketawang Resto, di Jalan Wates Km 6, Yogyakarta. Lokasinya di tepi jalan, ruang parkirnya luas. Resto ini merupakan rangkaian dari pom bensin, pusat oleh2 dan bengkel mobil. Jadi, bagi yang melewati jalan Wates hendak pergi ke luar kota, bisa sejenak mampir di resto ini.

Pilihan kulinernya ada beberapa dan orang bisa memilih lebih dari dua macam kuliner. Ada sayuran, sop, sambal goreng ati, udang, cumi, ayam dan sejumlah menu lainnya. Setiap hari selalu ada kuliner yang ganti, setidaknya seperti dialami ‘Kuliner Tembi’ yang beberapa kali mampir di resto ini, dan sering menemukan jenis kuliner yang berbeda dari kuliner yang dipilih pada hari sebelumnya. Ini menandakan, ada pergantian kuliner dalam setiap harinya.

Pada Rabu (26/9) siang lalu, ‘Kuliner Tembi’ untuk yang kesekian kali, kembali mampir di Resto Ambarketawang, dan pilihannya, untuk kali ini berbeda, ialah sambal goreng ati dan minumnya sup buah. Sengaja tidak mengambil sayuran, karena memang hanya ingin satu kuliner saja yang dinikmati.

Sambal goreng ati ayam, bukan ati sapi. Ada kuah dari santan pada sambal goreng ati ini, sehingga gurih dan pedas telah menjadi satu. Kuliner lainnya, seperti udang, sayuran daun papaya, sop dan lainnya, sengaja tidak dipilih. “Kuliner Tembi’ memang ingin menikmati satu pilihan kuliner saja. Dan rasanya khas laiknya sayur rumah, atau dalam bahasa Jawa disebut sebagai ‘olahan (masakan) omah (rumah). Dalam kata lain, menikmati menu di Resto Ambarketawang ini serasa makan di rumah.

Nasi dengan Sambal Goreng Ati
Selain menu masakan prasmanan, yang setiap orang bisa memilih sendiri serta self servis, tersedia menu panas yang bisa dipesan dan dimasak ketika ada order, misalnya menu rawon, bakmi Jawa, sop buntut bakso dan lainnya. Pilihan menu panas, dihidangkan sesuai pesanan. Tentu berbeda dengan menu prasmanan yang dimasak dalam jumlah cukup banyak, sehingga orang bisa memilih menu yang sama pada saat bersamaan. Artinya, rombongan 10 orang bisa memilih menu yang sama.

Setiap menu memiliki harga yang tidak sama. Karena itu, memilih lebih dari dua menu, masing-masing menu akan dikenai harga yang berbeda. Dalam kata lain, besaran harga dipengaruhi dari jumlah menu yang dipilih. ‘Kuliner Tembi’ hanya memilih satu menu, artinya hanya membayar satu menu dan nasi putih, ditambah sop buah. Tidak mahal, semuanya hanya membayar Rp 16.000.-.

Resto Ambarketawang memang sudah lama, setidaknya tahun 2000-an sudah ada. Karena pada tahun 2004, ‘Kuliner Tembi’ sudah sering mampir di warung ini. Pilihan menunya, tentu, selalu berganti-ganti, termasuk minumannya. Yang paling sering dipilih minuman juice sirsak atau juice jambu biji. Pernah, suatu kali, memilih teh poci.

Di Yogya memang ada beberapa warung makan dengan bermacam istilah, termasuk resto, yang menyediakan menu prasmanan, sehingga orang bisa memilih rupa-rupa makanan. Ruang makannya yang luas dan banyak tempat duduk, setidaknya seperti Resto Ambarketawang, membuat orang yang mampir menikmati makanan bisa leluasa untuk istirahat. Apalagi, wisatawan domestik seringkali mampir di Resto ini. Ini artinya, Resto Ambarketawang memiliki relasi dari banyak daerah. Jika anda lewat jalan Wates Km 6, untuk mencobanya menu prasmanan, silahkan mampir di Resto Ambarketawang.

Sop Buah
Bersumber dari : Tembi Rumah Budaya


Sabtu, 16 Agustus 2014

Mi Letheg, Kuliner Ndeso Tenan


Kalimat yang menjadi judul di atas tertera pada spanduk yang dipasang di warung Mi Letheg, yang terletak di Jalan Nitipuran, 175, Sonosewu, Yogyakarta. mi letheg memang berbeda dari mi Jawa pada umumnya. Selain bahan minya tidak sama, warnanya juga berbeda. Pada mi letheg terkesan letheg (kotor), maka disebut sebagai mi letheg.

Kalimat kuliner ndeso tenan untuk menunjukkan bahwa mi letheg ‘berasal’ dari desa, sebagai makanan desa. Tetapi, warung mi letheg ini tidak jauh dari kota Yogya, bahkan lebih dekat dari kota Yogya, ketimbang dengan Kabupaten Bantul, karena Nitipuran, Sonosewu masuk Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Kuliner Tembi memang baru sekali ini mampir di warung mi letheg yang mengambil lokasi di Jalan Nitipuran, meski berulangkali melewati jalan ini. Pilihan sajian di warung ini hanya dua: mie godog atau mie goreng. Variasinya ada mi letheg godog atau goreng atebe, kependekan dari ati telor bebek. KulinerTembi memesan mi letheg goreng atebe.

Mi letheg goreng
Rupanya, satu porsi mi letheg masuk dalam kategori besar, sehingga satu piring mi letheg goreng dan satu mangkok mi letheg nyemek , tidak habis dimakan sendiri. Rasa gurih dari mi letheg cukup dominan. Perpaduan antara mi letheg, telor bebek dan bawang putih, membuat rasa gurihnya semakin kentara.

mi letheg nyemek
Di sekitar Nitipuran ini ada beberapa penjual bakmi Jawa, namun rupanya hanya di kampung Nitipuran ini, satu-satunya mi letheg. Warung yag sudah berdiri sejak setahun lalu itu buka setiap hari dari siang sampai malam hari.

Makan mi letheg perut terasa cepat kenyang, yang dalam bahasa Jawa maksek. Apalagi ditambah minuman panas wedang uwoh, atau wedang jahe, rasa kenyang itu semakin terasa.

Warung mi letheg ini dibuat khas, seperti sengaja untuk memberi suasana desa. Bahan bangunannya terbuat dari bambu, kursinya juga dari bambu. Bangunan serba bambu ini seolah untuk menunjukkan apa yang disebut sebagai ‘ndeso tenan’.

Bersumber dari : Tembi Rumah Budaya